• banner
  • banner
  • header
  • header
  • baner1
  • baner2
  • zona integritas
  • ppid
  • pungli
  • baner
  • Covid
  • spanduk

MAN 1 Banyuasin, Madrasah Adiwiyata Nasional * Alamat Jalan KH. Sulaiman Kelurahan Kedondong Raye Kabupaten Banyuasin * Info layanan publik Madrasah, gunakan aplikasi Whatsapp dan Telegram, ketik PTSP Mansaba kirim ke 0822-8171-7770*Info seputar Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2020/2021, silahkah hubungi PTSP Mansaba

Pencarian

Kontak Kami


MAN 1 Banyuasin

NPSN : 60725202

Jl. KH. Sulaiman Kel. Kedondong Raye Kab. Banyuasin


info@manpaba.sch.id

TLP : 0711-7691012


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 1496861
Pengunjung : 383972
Hari ini : 157
Hits hari ini : 298
Member Online : 1
IP : 3.235.139.152
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Rumah Kompos Mansaba Panen Pupuk




Pangkalan Balai, Inmas.

Tim Rumah Kompos MAN 1 Banyuasin (Mansaba) memanen pupuk, dari hasil kegiatan pengomposan. Pemanenan ini dilakukan di Rumah Kompos Mansaba, dengan didampingi oleh guru pembimbing, Sabtu (11/8).

Guru pembimbing Dra. Wahdah mengatakan, pupuk yang dipanen ini, merupakan pupuk kompos, yang dibuat dengan menggunakan metode Takakura. Bahan dasar pupuk ini dari sampah limbah rumah tangga, berupa sisa-sisa sayuran, dengan campuran beraneka bahan.

Proses pembuatan Kompos Takakura sangatlah mudah, selain sampah harus menyiapkan starter mikroorganisme terlebih dahulu. Larutan starter dibuat dengan cara mengisolasi mikroorganisme pengurai dari bahan makanan seperti tempe, youghurt, sayuran dan buah-buahan, juga bisa juga menggunakan EM4 yang sudah jadi, jelas Wahdah.

“Kompos yang sudah difermentasi dalam jangka waktu yang ditentukan, bisa dipanen setelah berubah warna menjadi hitam”, tuturnya.

Kompos ini selanjutnya bisa digunakan langsung, untuk memupuk tanaman-tanaman yang ada di Madrasah, dan jika memang memungkinkan dalam jumlah besar, dapat dijual ke pasar.

“Adanya pengolahan pupuk Kompos ini, dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah dan sampah, terutama sampah dedaunan di lingkungan Madrasah”, tandasnya.

Sandi (12 IPA3) salah satu tim Kompos Mansaba, mengatakan pelaksanaan fermentasi bisa berlangsung 2 bulan lebih, dan selama fermentasi harus terus dikontrol. Apabila terlihat kering, maka pada keranjang perlu disemprotkan air.

“Hasil pengolahan kompos ini, kita kemas dan diberi label, bisa kita jual ke toko Pertanian dan bahkan bisa dijual secara online”, pungkasnya.(Bat).




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas