• banner
  • banner
  • header
  • header
  • baner1
  • baner2
  • zona integritas
  • ppid
  • pungli
  • baner
  • Covid
  • spanduk

MAN 1 Banyuasin, Madrasah Adiwiyata Nasional * Alamat Jalan KH. Sulaiman Kelurahan Kedondong Raye Kabupaten Banyuasin * PENGUMUMAN PESERTA DIDIK DITERIMA PPDB KAMIS TANGGAL 20 MEI 2021, JAM 11.00 WIB

Pencarian

Kontak Kami


MAN 1 Banyuasin

NPSN : 60725202

Jl. KH. Sulaiman Kel. Kedondong Raye Kab. Banyuasin


info@manpaba.sch.id

TLP : 0711-7691012


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 1569670
Pengunjung : 403618
Hari ini : 71
Hits hari ini : 859
Member Online : 1
IP : 3.235.60.144
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Sholat Idul Adha Ditiadakan Pada Daerah Zona Merah dan Oranye




Pangkalan Balai, Humas.

Kepala MAN 1 Banyuasin (Mansaba) Veri Yulianto dihadapan seluruh dewan guru Mansaba, pada rapat awal semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022, Rabu (14/7), mengingatkan berdasarkan surat edaran Menteri Agama nomor 16 tahun 2021, Sholat Idul Adha ditiadakan pada daerah dengan Zona Merah dan Oranye.

Berdasarkan surat edaran tersebut, pada bagian E. Ketentuan nomor 2, menyatakan Shalat Idul Adha diselenggarakan dengan ketentuan ditiadakan pada Kabupaten/Kota dengan Zona Merah dan Zona Oranye yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah, dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat, meskipun tidak termasuk kabupaten/kota dengan level asesmen 3 dan 4, yang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Shalat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M, hanya dapat diselenggarakan di luar kabupaten/kota dengan level asesmen 3 dan 4, yang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dan termasuk daerah Zona Hijau dan Zona Kuning, yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat, jelasnya.

Bagi yang menyelenggarakan Sholat Idul Adha, harus mengacu pada Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dapat dilakukan di masjid/mushalla/lapangan terbuka yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, dan perusahaan dengan jumlah jemaah 30% dari kapasitas. Penyelenggara Shalat Idul Adha wajib berkoordinasi dan dengan seizin Pemerintah Daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat, dan aparat keamanan, tambahnya.

Jika nanti Masjid yang menjadi Penyelenggara Shalat Idul Adha, wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun), Menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, Menyediakan masker medis, Menyediakan petugas untuk mengumumkan, menerapkan, dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

Bagi Jemaah dengan kondisi tidak sehat dilarang untuk mengikuti Shalat Idul Adha, mengatur jarak antarshaf dan antarjemaah minimal 1 (satu) meter dengan memberikan tanda khusus, tidak menjalankan/mengedarkan kotak amal/infak ke Jemaah, memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha, dan melakukan disinfeksi di tempat penyelenggaraan sebelum dan setelah Shalat Idul Adha.

“Jika di Masjid sekitar tempat tinggal menyelenggarakan Sholat Idul Adha, diharapkan kepada Bapak Ibu guru, yang mengikuti sholat tersebut, ikuti aturan dalam surat edaran tersebut”, pungkasnya.(LS).



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas